Tuhan Tak Butuh Pujianmu - TitahKita.com -->

Tuhan Tak Butuh Pujianmu

SAYA sering mendengar ucapan yang keluar dari mulut seseorang “alhamdullilah”. Baik dari teman, tetangga, atau saudara. Bahkan saya sendiri – kalau tidak lupa – mengucapkan kata itu.

Lazimnya, itu diucapkan setelah mendapatkan nikmat. Seola-olah sebagai rasa terima kasih kita ke Allah. Mengucap alhamdullilah menjadi bagian dari rasa syukur kita kepada Allah.

Syukur terdiri dari huruf syin kaaf raa’ yang menunjukkan pujian pada seseorang atas kebaikan yang ia perbuat.

Bila merujuk artinya, alhamdulillah memiliki arti “segala puji bagi Allah.” Tidak ada makna yang bisa dijabarkan atau diartikan terima kasih, matur nuwun, hatur nuwun, thanks you. Tidak ada. Itu memuji atas nikmat yang diberikan ke kita.

Lalu kalau memahami sebagai ucapan terima kasih, apakah benar? Tentu tidaklah salah. Berterima kasih kepada Allah, tentu tidaklah salah.

Apakah Allah butuh sanjungan? Demam dengan kalimat pujian atau terima kasih? Tentu tidak.

Allah tidak butuh pujian manusia. Allah tidak butuh ucapan terima kasih manusia.

Seperti dalam Alquran surat Luqman ayat 12 dituliskan: “...dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.”

Sudah jelas, Allah itu Maha Kaya, tidak butuh hamba. Malah hamba (baca: manusia) yang butuh Allah.

Masih di surat yang sama.

“Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri.”

Di surat lain, Surat Ibrahim Ayat 7:

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.” (facebook makna sugi)

0 Response to "Tuhan Tak Butuh Pujianmu"

Post a Comment