Ketika Tukang Bersih-Bersih Masjid (BBM) se-Jateng DIY Seikat Kuat - TitahKita.com -->

Ketika Tukang Bersih-Bersih Masjid (BBM) se-Jateng DIY Seikat Kuat

terasdakwah.com
Pendiri Teras Dakwah Akhid Subiyanto saat menyampaikan materi. foto: titahkita.com
Ketika Tukang Bersih-Bersih Masjid (BBM) se-Jateng DIY Seikat Kuat
---
MENJADI tukang resik-resik masjid bukanlah hal hina. Tapi mulia di sisi Allah. Barangkali bisa “diklaim” -- pelaku aktivitas itu, hatinya sudah tergantung ke masjid.

Bila begitu. Mereka menjadi salah satu dari tujuh golongan. 

Yang insyaAllah mendapatkan naungan Allah di hari kiamat.

“Komunitas ini. Semoga hatinya terkait dengan masjid. (Kelak) bertemu di surganya Allah,” kata Ketua Panitia Marbot United, Muhammad Roni, di hadapan puluhan komunitas. Menyatu padu tanpa ragu. 


Golongan lain yang mendapat naungan Allah di hari kiamat adalah; Imam yang adil; Seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allah; Dua orang yang saling mencintai karena Allah -- bertemu karena Allah. Berpisah karena Allah.

Lalu; Seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita memiliki kedudukan lagi cantik. Lalu berkata "Aku benar-benar takut kepada Allah".

Merambah ke hal lain; Seseorang yang bersedekah lalu menyembunyikannya. Tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan tangan kanan.

Terakhir; Seseorang yang berzikir kepada Allah dalam keadaan sepi. Lalu ia meneteskan air matanya. (HR. Bukhari. No. 1423)

Kembali ke Marbot United.

Yang dimaksud komunitas tersebut adalah tim resik-resik masjid atau bersih-bersih masjid (BBM). Mereka berasal dari Jawa Tengah (Jateng) – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 

Mereka mendengarkan sambutan ketua panitia sambil duduk santai beralaskan karpet merah. Beratap langit-langit masjid.

Sedangkan “Marbot United” merupakan sebuah gelaran kumpul santai. Tapi, penuh pembicaraan berisi. Fokusnya mengurus kebersihan “Rumah Allah”.

Dalam perhelatan edisi #1 yang dipelopori BBM Magelang ini berlangsung di Masjid Al-Amin. Alamatnya Perum Bumi Prayudan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jateng. 

Gelaran pada Ahad 23 Februari 2020 tersebut dihadiri hampir seribu orang. Tumpah ruah.

“Harley ada komunitasnya. (Kemarin) saya ke Alun-alun (Kota Magelang). Ada komunitas N-Max, RX King. Nah kita pejuang Allah (masak) tidak ada komunitasnya. Memperihatinkan,” tegas Roni yang mengenaikan kaos panitia. Lengan pendek warna gelap.

Mereka hadir dari Kendal, Kudus, Banjarnegara, Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Kota Yogyakarta dan daerah lainnya.

“Bertemu karena Allah. Berpisah karena Allah. Semoga hatinya begitu,” sambung salah satu pengurus BBM Magelang ini.

Marbot adalah istilah untuk seseorang. Yang bertanggungjawab mengurus keperluan mushola/langgar/surau atau masjid. Terutama, berhubungan dengan kebersihan lingkungan tempat ibadah itu.

Adakalanya, seorang marbot juga mengurusi hal-hal lain. Seperti adzan, hingga menjadi imam cadangan.

Sedangkan United artinya bersatu.

Adanya “Resik Masjid Saklawawe, Marbot United #1” dengan mengusung tagline "Silaturahim Para Pejuang Masjid" diharap ada pertemuan selanjutnya. 

Tentunya di kota/kabupaten lain. Bisa digelar rutin. Enam bulan sekali atau setahun sekali.

Bukan hanya #1. Tapi bisa #2, #3 dan selanjutnya.

"Harapannya bisa berlanjut," tandas Roni, yang pembicaraannya tersambung dengan pengeras suara.

Dalam silaturahim tersebut parkiran penuh. Tepat di sisi utara masjid.
Bukan hanya kendaraan roda dua -- sepeda motor. Tapi juga mobil-mobil pribadi berwarna – merah, hitam, putih, abu-abu, biru. Ada juga mobil komunitas.

Peserta atau pengunjung, mayoritas usai memarkir kendaraan akan disambut panitia. Diajak berjabat tangan dengan diiringi senyum. Lalu dipersilahkan menuju pusat acara. Terlebih dahulu mengisi daftar hadir. Dikasih stiker pula.

6 Motivasi dari Teras Dakwah


Di sela acara Diskusi “Temu Penggiat Kebersihan Masjid dan Musyawarah” hadir juga aktivis dakwah dari Teras Dakwah. Dia adalah Akhid Subiyanto beserta rombongan.

Karena acara padat. Kang Akhid, sapaan akrabnya, diberi waktu cukup singkat. Hanya sekitar 15 meniti. Sebelum waktu shalat duhur tiba.

Akhid yang merupakan salah satu pendiri Teras Dakwah ini sedikit memaparkan
tentang aktivitas dakwahnya. Mulai berjuang dari nol. Sampai memiliki markas Teras Dakwah (gedung dua lantai) dan fasilitas mobil dari pendonasi.

Aksi sosial pun sudah banyak dilakukan. Seperti menyalurkan bantuan di daerah-daerah bencana di Indonesia hingga memberikan santunan kepada anak yatim-kaum dhuafa.

Kajian-kajian rutin pun dilakukan.

Ada; “Ngaji Tetas (Umum), tiap Rabu pukul 18.00 – 20.30 WIB; Ngaji AMIDA (Akhwat), tiap Jumat pukul 16.00 – 18.00 WIB; Kajian #IndonesiaTanpa JIL, setiap Sabtu dua pekanan, pukul 16.00 – 17.30 WIB; Tabligh Akbar, insendental setiap sebulan sekali.

Di samping itu juga ada pembinaan desa, penyaluran dan pengelolaan zakat, infaq, wakaf dan sedekah, antar jemput ustadz, tahfidz untuk anak-anak, pelatihan training skill, hingga latihan memanah.

Termasuk juga mendatangkan ustadz-ustadz ternama di Indonesia. Seperti Ustadz Abdul Somad, Ustadz Felix, Ustadz Tengku Zulkarnain, Ustadz Salim A Fillah dan lain sebagainya.

Sandiaga Uno dan Saptuari Sugiarto juga pernah diundang.

“Saat Ustadz Abdul Somad, dua ribu jamaah datang,” kata Akhid. Kalau kajian biasa ratusan orang.

Teras Dakwah secara resmi menjadi lembaga sosial pada 2 Maret 2014. Alamatnya di Nitikan UH VI / 413 Yogjakarta, RT 41/RW11, Sorosutan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

Teras Dakwah dipilih sebagai nama. Karena, teras sangat terbuka dan bisa dibilang fleksible. Intinya, berdakwah tidak harus di masjid. Atau di panggung-panggung megah. Dakwah bisa dilakukan di mana saja.

“Di teras pun bisa,” ucapnya.

Teras Dakwah juga memiliki produk air minum. Yakni “Teras Jernih”.

“Kini pelanggannya sudah 2.000 orang,” tandas Akhid sambil memperlihatkan gambar galon Teras Jernih di slide proyektor. Dekat tempat pengimaman jamaah shalat di masjid Al-Amin.

Kesempatan itu, Akhid yang mengenakan pakaian didominasi warna biru juga memberikan motivasi ke komunitas atau peserta umum.

Ada enam (6) hal yang disampaikan.

Intinya, dalam menjadi aktivis untuk kepentingan keagaamaan, seperti tim BBM, pertama harus “Niat karena Allah”.

"Niat karena Allah. Niat itu penting,” tegas Akhid.

Selain niat, konsep kedua "Tabrak Dulu". Dalam artian nekat. Jalan dulu. Jalan terus.

Poin ketiga “Jangan Banyak Mikir”.

"Perlu dimiliki orang-orang lapangan (seperti tim BBM). Hal semacam ini yang perlu menjadi semangat."

Keempat “Fokus dan Totalitas”.

"Membersihkan masjid harus fokus. Kalau takmir, takmir saja. Kalau marbot, marbot saja."

Kelima “Yakin dan Tawakal”.

"Tawakal ke Allah harus ditingkatkan. Tambalah sunah, tambahlah puasa. Hakimi diri kita. Karena kadang godaan kita macam-macam," tegas Akhid.

Keenam “Silaturahim”. Yang tentu banyak manfaat. Menambah ilmu, menambah saudara, menambah rezeki dan lainnya.

"Bisa membicarakan ilmu, mungkin kayak gini mungkin ada donasi."

Dalam menyampaikan, cukup singkat. Karena keterbatasan waktu.

Tidak sedikit rangkaian acara dalam momen religius tersebut. Di sisi timur masjid ada bazar beraneka produk. 

Puluhan stand berjajar membentuk huruf L. Mulai makanan hingga jasa. Ramai.

Hal itu juga sebagai bentuk pemberdayaan UMKM atau Usaha Mikro Kecil Menengah.

Ada juga Pengobatan Tibbun Nabawai secara gratis. Seperti terapi bekam, rukyah, fasdhu, bio elektrik, pijat. Ada lagi santunan 100 anak yatim dan dhuafa. (titahkita.com)

0 Response to "Ketika Tukang Bersih-Bersih Masjid (BBM) se-Jateng DIY Seikat Kuat"

Post a Comment