Mau Bersihkan Masjid Malah Disangka Teroris - TitahKita.com -->

Mau Bersihkan Masjid Malah Disangka Teroris

Ilustrasi (sumber: int)

Mau Bersihkan Masjid Malah Disangka Teroris 
--- 
TIM Bersih-Bersih Masjid (BBM) merambah Jawa Tengah dan DIY. Namanya ada Team BBM Banjarnegara (Resik Masjide, Khusuk Sholate); Team Resik Resik Masjid (RRM) Kudus; Relawan Sahabat Masjid Jogja; Kru Resik-Resik Masjid Jogja (Kurma).

Ada lagi; Team Resik-Resik Masjid Kendal (Bersih Masjidku, Khusuk Sholatku; Relawan Pembersih Masjid Magelang; Team Bersih-Bersih Masjid (BBM) Magelang dan lainnya.

Mereka beraksi tanpa dibayar alias gratis.

Untuk di Kudus. Komunitas lahir dari lokalan. Warga dirangkul. Kemudian melebar. Kegiatannya dimulai membersihkan sampah dan karpet, hingga ke lainnya, kaca, lantai, langit-langit masjid.

“Mulai aktif sejak dua tahun lalu,” kata salah satu anggota RRM Kudus, Riza Adi Kusuma dalam Marbot United #1 di  di Masjid Al-Amin, Perum Bumi Prayudan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jateng, Ahad 23 Februari 2020. 

Selama itu sudah membersihkan 96 masjid. Dalam aksinya menggandeng pihak lain. Kerja sama dengan TNI, Polri, Muhammadiyah, NU.

“Anggota di grup WA (Whatsapp) 120 oraang. (Yang aktif) 30 – 40 orang perkegiatan,” ucapnya yang saat itu diminta panitia untuk bercerita soal BBM di daerahnya, di hadapan audien.

Kesempatan juga diberikan untuk tim lain. Seperti dari DIY.

“Awalnya, hanya aktivis marbot masjid. Alhamdulillah bisa menjadi komunitas,” kata Bendahara Kurma, Joko Widodo.

Kurma sudah berdiri sejak tiga tahun lalu. Anggota tetapnya ada 20 orang. Selama melakukan kegiatan sudah ada 50 masjid.

“Mulai Jogja kota, Sleman, Bantul. Magelang juga pernah dua kali. Yang paling jauh Klaten,” akunya.

Untuk menjalankan aktivitasnya, donasi dari anggotanya. Juga dari relasi.

“Kita pengusaha, pedagang kecil-kecilan. Keuntungan disisihkan,” terangnya, yang saat memberikan penjelasan mengenakan kostum bertulis Kurma. Warna krem.

Markasnya Kurma ada di Masjid Ar-Rahman, Jalan Mayjen Suprapto, Yogyakarta. Sebelah barat Malioboro.

Sementara itu Relawan Sahabat Masjid Jogja bermarkas di Masjid Jogokariyan.

Diakui, pengurus relawan ini, Joko Wasito, timnya sudah berdiri sejak lima tahun lalu. Banyak pengalaman yang didapat dalam menjalankan aksinya. Mulai pernah tayang di salah satu televisi nasional hingga suatu ketika disangka teroris.

Tapi semua itu tidak terbukti.

“Pernah disangka teroris, karena celananya cingkrang,” akunya yang membuat audien tercengang.

Dalam melakukan bersih-bersih masjid, tim tersebut melangsungkan satu pekan sekali. Bahkan kini sudah punya buletin keagaamaan.

“Untuk mengedukasi masyarakat. (Biar) bisa ikut (tim BBM),” tandasnya.

Adalagi yang hadir dari Banjarnegara. Kehadiranya untuk menjalin persaudaraan.

“Ya menyempatkan. Untuk menambah tali silaturahmi,” kata Mulyadi.

Marbot United #1 dimulai sejak pagi hingga petang.

Setelah waktu duhur digelar pengajian motivasi yang menghadirkan Kang Puji, seorang motivator dari  Pesantren Masyarakat Jogja.

Ada juga “Penggalangan Dana Uygur” yang dimotori Dony Alamsyah (Artis Nasional dan Aktivis Kemanusiaan) dan Ustadz Rifki Syaiful dari Bandung.


BBM Magelang Bersihkan Lebih 900 Masjid

Sedangkan Team BBM Magelang merupakan komunitas dakwah. Begerak di bidang pemeliharaan dan kebersihan tempat ibadah umat Islam. Seperti masjid dan mushola.

Komunitas yang bermarkas di Jalan Melati, Kedungwodo, Mertoyudan, Magelang ini anggotanya beragam. Mulai dari profesinya, pendidikannya, usia, status sosial dan domisilinya.

BBM berdiri pada 11 Februari 2017. Di antara pendirinya adalah Hari Indriyanto. Sesepuh yang juga menjadi ketua.

Target “operandinya” masjid di Kota/Kabupaten Magelang dan sekitarnya. Tanpa membedakan jenis masjid atau mushola dan afiliasi.

Dalam satu pekan, BBM beraksi dua hari. Jumat dan Ahad.

Mulai pukul 07.30 - 11.00 WIB pada Jumat. Dan pukul 07.30 -11.30 WIB pada hari Ahad. Bisa dilanjutkan setelah shalat jamaah dzuhur.

“Sampai dengan bulan Desember 2019, alhamdulillah lebih 900 masjid di wilayah Kabupaten dan Kota Magelang telah berhasil dibersihkan oleh Team Bersih-Bersih Masjid Magelang.” tulis dalam akun resminya di Instagram. Dengan nama bbmmagelang.

Memasuki usia ke tiga, Team BBM Magelang berupaya meningkatkan

pelayanan bagi umat di bidang kebersihan masjid. Hal ini agar jamaah masjid bisa beribadah dengan khusyuk, bersemangat dan nyaman.

Dari refrensi lain, melalui BBM ini, masyarakat diajak untuk menjadikan masjid sebagai tempat membangun umat dan menjadi awal kebangkitan Umat Islam.

Salah satu tujuan BBM menciptakan masjid yang bersih. Harapannya jamaah akan merasa nyaman berada dalam masjid.

Selain itu misi yang paling utama adalah menyadarkan masyarakat muslim agar senantiasa memakmurkan masjid.

“Kami juga mengajak agar masyarakat muslim untuk senantiasa berjamaah dalam melaksanakan shalat wajib. Karena bukit kejayaan Islam adalah terlihat seberapa besar dan banyak kaum muslim yang berjamaah di masjid,” tulis dalam akun resmi di Facebook, Bersih-Bersih Masjid Magelang –BBM. (titahkita.com)

0 Response to "Mau Bersihkan Masjid Malah Disangka Teroris"

Post a Comment