Kemaksiatan Terbesar adalah Kebodohan (3) - TitahKita.com -->

Kemaksiatan Terbesar adalah Kebodohan (3)

 

foto: titahkita.com
Kemaksiatan Terbesar adalah Kebodohan
---
ANAK tetangganya Pak Kucing setelah menempuh perjalanan tiga malam dua hari menaiki bus, baru sampai di kota tujuannya, untuk nyantri. Dia mondok di pesantren salaf. Jarak dari rumahnya 1.000 km. Jauh.

Dua hari di pondok, dia baru mulai mengaji. Kelasnya masih dasar.

Dia hanya mengaji. Rekan-rekan seusianya juga baru semua. Usianya sepadan dengannya. 16 tahun.

Mereka rata-rata baru menamatkan tingkat sekolah menengah pertama (SMP). Dalam pertemuan pengajian pertama santri-santri hanya diberi motivasi. Agar mereka menjadi lebih mantap menimba ilmu agama.

“Kemaksiatan terbesar adalah kebodohan,” kata guru yang mengajar. 

Mendengar kalimat itu para santri di hadapannya seperti kebingungan, santi seperti tak paham.

Guru melontarkan kalimat “bermakna” itu setelah mengucapkan salam, dilanjutkan memuja kehadirat Allah SWT dan menghaturkan salawat Nabi Muhammad SAW.

“Tahukah maksudnya?” 

Santri terdiam, terpaku terpana, tanpa sepatah kata keluar dari rongga mulutnya.

Lalu guru yang berbadan tegap mulai bicara perlahan. 

“Secara sederhana, orang yang bodoh itu tidak bisa membedakan mana yang baik, mana yang buruk. Hidupnya asal-asalan, tanpa dasar ilmu pengetahuan,” tuturnya.

Mendengar penjelasan itu, santri-santri, termasuk santri yang berasal dari dusunnya Pak Kucing masih belum jelas seratus persen. 

Lalu guru mempertegas, karena bodoh orang berzina. Karena bodoh orang bisa menghabisi nyawa manusia. Karena bodoh orang bisa mencaci maki orang tua. Karena bodoh orang bisa saja menyekutukan Allah SWT. 

“Orang yang mempunyai pengetahuan bisa menyelesaikan masalah, akan bersikap. Misalnya, kalau ada imam salat, lalu kebetulan kentut. Otomatis salatnya si imam ini batal. Iman pun tidak bisa melanjutkan salatnya. Makmum yang paham, bila dia di belakang Imam. Begitu Imam keluar dari jamaah salat. Maka, si makmum ini menggantikan. Ini sebagai salah satu contoh saja, orang berilmu dan tidak. Kalau makmum belakang imam tidak tahu. Bisa saja jamaah salat ini akan bubar.”

Dengan belajar orang bisa mengetahui segala sesuatu, baik- buruk, halal-haram, ketertiban-pelanggaran.

Dengan belajar orang akan mengetahui rambu-rambu hidup. Dengan belajar orang bisa menjalankan amal ibadah agamanya sesuai tuntunan, dengan belajar bisa mengantarkan orang masuk surga.

“Tanpa belajar, orang akan menjadi bodoh. Karena tidak tahu segala sesuatunya orang bisa berbuat yang bisa membahakan diri sendiri. Ini bisa mengantarkan orang masuk ke neraka. Maka dari itu, awal segala kemaksiatan itu juga dilatarbelakangi ketidaktahuan atau kebodohan. Sehingga karena bodoh, orang bisa saja melaksanakan berbagai macam dosa, dosa kecil, dosa besar. Maka bisa dikatakan kobodohan adalah kemaksiatan terbesar,” jelasnya.  

“Manusia itu adalah makhluk berakal, jadi belajarlah. Kalau tidak belajar, maka manusia itu tidak mempergunakan akal. Sama saja orang yang gila. Padahal makhluk yang tidak berakal itu adalah hewan,” tambahnya. 

Panjang lebar ceramah guru ini masih diperkuat dengan dalil-dalil shahih yang menunjukan kewajibanya seorang muslim untuk menuntut ilmu. 

“Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan. Ini adalah hadist riwayat. Ibdu Abdil Barr,” tegasnya. 

Tak sampai di situ, guru terus memberikan pemahaman tentang pentingnya mencari ilmu pengetahuan. Bisa dikatakan guru memberikan dorongan kepada santri agar sungguh-sungguh menimba ilmu. Karena, ilmu berguna untuk kehidupan di dunia dan di akhirat. 

“Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka wajib baginya memiliki ilmu. Dan barang siapa yang menghendaki kehidupan akhirat, maka wajib baginya memiliki ilmu. Dan barang siapa menghendaki keduanya maka wajib baginya memiliki ilmu,” lanjutnya menukil hadits riwayat Turmudzi. 

Begitu pentingnya ilmu bagi manusia. Dengan bekal ilmu orang bisa menggapai kesuksesan dunia.

“Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari suatu ilmu. Niscaya Allah memudahkannya ke jalan menuju surga,” tambahnya lagi dengan hadist riwayat yang sama. 

Setiap orang mukmim wajib mencari ilmu. Carilah ilmu sampai negeri Cina.

Kira-kira seperti itu petuah Nabi Muhammad SAW. Ini bisa dimaknai, menimba ilmu itu bisa sampai mana pun, sampai kapan pun.

“Dari hadist tersebut, umat Islam wajib mencari ilmu, tanpa terkecuali,” ucapnya. (titahkita.com) 

0 Response to "Kemaksiatan Terbesar adalah Kebodohan (3)"

Post a Comment