Kerumitan Masalah Hidup Tak Serumit Struktur Tubuh - TitahKita.com -->

Kerumitan Masalah Hidup Tak Serumit Struktur Tubuh

Aa Gym

Kerumitan Masalah Hidup Tak Serumit Struktur Tubuh

---

TAUSYIAH-tausyiah Aa Gym bikin “nyes”. Termasuk yang satu ini. Penekan pembahasan pada lika-liku kehidupan. Yang amat dekat dengan kita. Yang dalam keseharian tak lepas dari masalah.

Poin yang menghentak di prolog:

Masalah terbesar kita, bukan masalah yang sedang dihadapi. Masalah terbesar kita, adalah masalah kualitas ketakwaan.

Aa Gym atau KH Abdullah Gymnastiar mengisyaratkan, kita sebagai manusia benar-benar tak berdaya. Semua hanya dikuatkan oleh Allah. Lahaula walakuata illabillah.

“Kita ini bodoh, kecuali dituntun oleh Allah. Kita ini lemah, kecuali dikuatkan oleh Allah. Kita ini fakir, tidak punya apa-apa.”

Prinsip yang ditekankan, pada dasarnya, makhuk itu adalah lemah. Kecuali, Allah yang memberikan kekuatan.

BACA JUGA11 Perlengkapan yang Didapat Mitra HANIYA Fried Chicken

Manusia ada di titik kebodohan. Kecuali, diberikan-Nya ilmu dan bimbingan.

Fakir -- tidak punya apa-apa. Kecuali, Allah yang menitipkan yang Dia kehendaki ke kita. Sesuka Allah, kapan waktunya mau menitipkan. Sekarang atau lusa.

“Dan, kita ini hanya punya dosa. Kalau amal, itu hidayah taufik (dari) Allah. Kalau dosa, adalah pekerjaan kita,” tandas Aa yang juga penulis dan pengusaha.

Manusia memang tidak bisa apa-apa. Persis seperti bayi yang baru lahir. Tidak tahu apapun. Hanya Allah yang memberikan kekuatan. Memberi ilmu. Memberi tenaga. Memberi titipan.

“Untuk menyelesaikan masalah, kalau tidak dibimbing Allah, pasti ngandelin nafsu, berat. Dan Allah memerintahkan kita patuh pada-Nya, yang disebut takwa. Takwa itu keyakinan yang berbuah patuh dan pasrah,” jelasnya.

Aa yang dalam ceramahnya mengenakan sorban menggaris bahwahi: manusia makin takwa, makin datang bimbingan dari Allah.

Makanya yang dicemaskan, bukan masalahnya. Karena semua masalah itu sudah dirancang oleh Allah. Yang dicemaskan, kurang yakin ke Allah. Kurang patuh, kurang pasrah.

“Kalau orang-orang yang sudah yakin, patuh, Allah suka ya sudah. Urusan itu dibereskan.”

Apakah waktu dibereskan, kita tidak berusaha, tidak ikhtiar sedikit pun? Itu terserah Allah. Kalau harus ikhtiar, akan dibimbing.

Kalau pun ikhtiar, akan dikasih ilmunya. Akan dipertemukan dengan orang lain yang lebih mengerti. Akan diatur, diberi ide, diberi gagasan, diberi ketenangan, diberikan langkah-langkah.

Kalau mau bicara, dituntun bicaranya. Kalau mau mikir, dituntun pikirannya.

“Emang dipikir, kita ini pinter? Enggak ya. Kita bahkan tidak mengerti, otak kita seperti apa? Betul,” ucapnya diiringi batuk kecil.

“Tidak ada yang jago,” tambahnya.

“Yang jago-jago itu karena Allah saja melindungi. Kalau pun seribu kali terjun, kalau waktunya mati, ya mati saja. Gak ada jago.”

Ini sebenarnya tidak ada jago. Tidak ada ahli. Yang ada hanya karunia Allah.

Makanya kalau taat, akan diberi jalan keluar. Terserah Allah jalannya seperti apa.

Mungkin idenya dimasukkan ke otak. Kepikir karena tafakur.

Mungkin dipertemukan dengan orang yang lebih pinter. Sehingga, memberikan masukkan.

Mungkin akan dibantu oleh orang-orang yang lebih kuat.

“Nanti ketemu dengan solusinya. Makanya hadirin jangan risau dengan masalah yang ada. Risaulah, (seberapa) kedeketan kita ke Allah,” tandas Aa seperti dalam ceramahnya yang diunggah di akun Youtube Aagym Official.

Kata Aa, Nyaris kita tidak tahu apa-apa tentang tubuh ini. Tapi beres tidak urusan tubuh ini? Tentu beres.

Pertumbuhan gigi diatur sedimikian rupa. Bayangkan kalau pertumbuhkan gigi seperti pertumbuhan rambut kepala. Apa jadinya. Bisa-bisa mulut ini makin lebar.

Komposisi rambut saja kita tidak tahu. Materi-materi penyusun kuku pun tidak tahu.

MasyaAllah. Mata kedip tidak usah dihitung, berapa jumlahnya. Per kedipan sehari. Aduh, masyaAllah, masyaAllah.”

Aa mengajak membandingkan antara kerumitan struktur tubuh kita dengan kerumitan masalah kita. Rumit mana? Rumit tubuh.

Sayangnya, pikiran kita lebih banyak kepada yang tidak perlu dipikir. Seharusnya pikiran kita fokus pada tingkat tetakwaan.

“Takwa itu apa sih? Takwa itu hati yang yakin, yang berbuah patuh dan pasrah.”

Jadi orang takwa itu makin yakin dan hasilnya kepatuhan ke perintah dan juga kepasrahan kepada jaminan Allah.

Dan Allah tahu tingkat ketawakalan kita. Dan makin tawakal, urusan kita diurus. Rejeki kita akan diatur. Semuanya ada yang ngeberesin.

Aa Gym memberikan penjelasan tentang ikhtiar. Kita ikhtiar, tapi mirip cicak lah. Cicak makananya nyamuk. Nyamuk punya sayap. Cicak tidak punya sayap. Coba, mana yang lebih hebat. Cicak mencari nyamuk atau nyamuk mencari cicak?

BACA JUGA: 100 Persen Laba Milik Mitra HANIYA Fried Chicken, Harga Kaki Lima Kualitas Resto

Bayangkan kalau cicak harus cari nyamuk. Kemana? Cicak gak tahu ada selokan di sana. Betul. Pas mau nyeberang jalan, bisa-bisa cicak ketelindak mobil. Banyak hambatan untuk sampai selokan.

Tapi malah nyamuk yang ngedeketin cicak. Padahal tidak ada darah di dalam cicak. Karena itu menjadi rejekinya cicak. Hap…

“Yang paling penting dalam hidup, itu bukan masalah cari uang. Ah itu cemen. Gimana menemukan Allah SWT dalam segala hal. Sehingga berbuah, kita itu tahu, kita ini ciptaan Allah. Segalanya ciptaan Allah, segalanya milik Allah. Dan kita tinggal patuh saja kepada Allah,” jelasnya. (titahkita.com)

Tinggalkan Pesan di Kolom Komentar


SHARE KONTEN DAKWAH BERPAHALA

“Barang siapa yang menunjuki kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." HR. Muslim no. 1893

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kerumitan Masalah Hidup Tak Serumit Struktur Tubuh"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel