Manajemen Toilet Masjid Jogokariyan (3), Satu Toilet Satu Penanggung Jawab - TitahKita.com -->

Manajemen Toilet Masjid Jogokariyan (3), Satu Toilet Satu Penanggung Jawab


Di pintu toilet ada tulisan penanggung jawab. foto: ist
Manajemen Toilet Masjid Jogokariyan (3), Satu Toilet Satu Penanggung Jawab
---
TOILET atau kamar mandi di Masjid Jogokariyan benar-benar diperhatikan.

Itu perkara kecil. Tapi menjadi pokok.

Jamaah atau orang masuk di kamar mandi dijamin kenyamanannya. Nampak bersih. Bau wangi. Kelengkapan komplit: ada gayung, sabun, dan lainnya.

“(Dulu, toilet) belum terurus. Menggaji marbot belum mampu,” kata Ketua Dewan Syuro Tarkmir Masjid Jogokariyan, Ustadz Muhammad Jazir ASP, dalam sebuah acara wawancara di channel Youtube Detikcom.

Maka dari itu muncul sebuah ide. Ide ringan tapi berkesan.

Satu toilet satu penanggung jawab. Penanggungjawabnya adalah nama yang tercantum di papan pintu toilet.

Sebagai contoh tulisannya: “Kamar Mandi 1 Penanggung Jawab Pak Jazir”.

“Ada tulisannya penanggung jawab,” ucapnya.

Dari ide tersebut, maka satu per satu pengurus masjid atau takmir, menawarkan diri.

“Saya satu pak, saya ikut (bertanggung jawab atas toilet),” cetusnya dalam video dengan judul "Blak-blakan Takmir Masjid Jogokariyan: Revolusi Mental Pengurus Masjid".

“Saya nganggur pak, saya akan membantu (membersihkan toilet),” tambahnya.

Dengan adanya penanggung jawab tersebut. Maka segala di dalam toilet, baik kebersihan dan fasilitasnya menjadi tanggung jawab sang penanggung jawab.

Orang yang menjadi penanggung jawab, dalam membersihkan, boleh diwakilkan atau dilimpahkan ke orang lain. Yang diamanahi - - wakil tersebut - - menjadi tanggung jawab, penanggung jawab utama (nama yang tertulis).

“Kalau tidak ada gayung, tidak bersih, sabun habis, maka bisa komplain (ke penanggung jawab).”

“Kamar mandi menjadi ladang amal.”

Dinyatakan, mengurus masjid itu berat. Maka langkah-langkahnya bisa mengurus dari hal-hal yang kecil dulu.

“Salah satu training dari pada calon-calon pengurus. Ngurus kamar mandi dulu. Kalau bisa ngurus, diberi amanah ke yang besar-besar, insyaAllah bisa,” tandasnya. (titahkita.com)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel