Dibisiki Malaikat atau Setan (Pak Kucing#4) - TitahKita.com -->

Dibisiki Malaikat atau Setan (Pak Kucing#4)

foto: titahkita.com

Dibisiki Malaikat atau Setan (Pak Kucing#4)
---
PAK Kucing kurang setuju dengan isi pembukaan pidato pak kades. Yang baru saja terucap di balai desa. Siang ini. 

Dalam memanjatkan puji syukur. Pak kades sekilas mengucapkan nikmat sehat. Ini yang digaris bawahi Pak Kucing. 


Kurangnya setuju itu diluapkan saat berjalan pulang menuju ke rumah dari acara musyawarah di gedung pusat pemerintah desa itu. Pak Kucing pulang bersama tetangga. Bapak dari anak yang "nyantri".
“Masak nikmat kesehatan saja. Itu kurang dalam,” sedikit protesnya.
Pak Kucing memang terkadang cukup intelek. Pernah bergaul dengan mahasiswa dari universitas negeri ternama yang KKN (Kuliah Kerja Nyata) di dusunnya, lima tahun lalu. 
Kebetulan, saat ada KKN, rumah Pak Kucing menjadi tempat menginap beberapa mahasiswa. Meski hanya lulusan madrasah tsyanawiyah (MTs), Pak Kucing kalau diajak diskusi cukup doyan. 
“Dulu kata mahasiswa yang KKN, kehidupan itu termasuk nikmat yang besar.”
Dengan nikmat hidup itu baru kita bisa merasakan nikmat Islam dan iman.
“Lho kok bisa Pak Kucing?” cetusnya.
“Kalau tidak hidup, otomatis orang tidak bisa sehat. Wong hidup baru sehat. Maka syukurilah kehidupan. Itu nikmat yang penting,” jawab Pak Kucing dengan tegas.
Mereka sambil berjalan tetap berbicara. Sesekali ada orang lain yang berpapasan, mereka tetap menyapa. 
“Sebenarnya orang yang tidur itu seperti mengalami kematian. Tertidur itu terdiam, tidak melakukan apa-apa. Nyawanya seperti terpisah dari jasad. Maka kalau bangun tidur syukurilah, berdoalah.”
Alhamdullilahi ahyana bakdama amatana wailaihinusur,” ini doanya. 
Bapak dari anak yang nyantri itu sedikit mulai maksud. 
“Iya juga ya,” sahutnya lagi. 
Pak Kucing tetap melanjutkan perkataanya. 
“Yang perlu diingat lagi kalau tidur baca doa, minimal baca basmalah.”
“Itu karena saat mau tidur ada pertaruhan antara malaikat dan setan. Malaikat membisikan kebaikan, maka berdoalah. Kalau setan membisikan keburukan, jika kita tidak berdoa.” 
“Kalau yang menang malaikat, ketika kita mati dalam keadaan tidur. Mungkin bisa digolongkan menjadi beriman. Kalau yang menang setan. Apa jadinya. Maka senantiasa berdoa,” tutup Pak Kucing saat berpisang denganya. (titahkita.com)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel